|
|
|
|
|
Mendaftar Sekolah Al Jannah dan Bermain di Kidzania
Posted on February 7th, 2010 at 12:59 pm by aliyyah and tagged bermain, sekolah
Mendaftar Sekolah Al Jannah
Kemaren aku diajak ayah dan bundaku mendaftar play roup di Sekolah Alam dan Sains Al Jannah. Yo i aku memang mau pindah sekolah, karena aku pengen belajar dan memiliki teman lebih banyak lagi. Minggu lalu sebenarnya aku juga sudah mendaftar di PG Al Azhar sih, malah sudah ikut test masuk. Tapi kayaknya ngga jadi deh, ngga tahu kenapa, ayah dan bunda jadi ngga setuju aku masuk dan bersekolah disana. Padahal sebenarnya aku lebih suka pindah sekolah al Azhar, tempatnya luas, temannya banyak, maianannya juga banyak. Udah gitu letaknya juga dekat dengan rumah. Ngga kayak Al Jannah, letaknya agak jauh, bikin capek
Di Al Jannah, aku belum tahu seberapa banyak calon teman-temanku, mainannya juga. Karena tidak ada kelas trialnya, aku jadi tidak bisa melihat langsung suasana kelasnya. Ya sudah, aku hanya tahu gambaran calon sekolah dan kelasku lewat cerita bunda. Kata bunda Al Jannah ini juga bagus. Dilihat dari namanya saja katanya sudah bagus, Al Jannah dalam bahasa Indonesia berarti surga. Kata bunda kalau aku bersekolah disini insya Allah berkah, karena tempat belajarnya seperti surga yang isinya penuh dengan kebaikan dan keindahan. Hmmm … bisa saja ya bunda mengambil hatiku.
Tapi kayaknya benar juga, saat ayah dan bunda masih berada di ruang pendaftaran, aku ditemani bibik Silaku bermain-main di halaman sekolah Al Jannah. Waaaaah, sama ternyata kayak di Al Azhar, di Al Jannah, ternyata mainannya juga banyak. Ada ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, juga jembatan gantung dan dinding temali. Hmmmm … kayaknya aku mulai suka nih sekolah disini
Setelah selesai mendaftar ayah lalu mengajak aku berkeliling-keliling sekolah, waaaah ada kebun jagungnya segala dan kolam ikan. Terus ada saung-saung seperti di tengah sawah, lalu pohon-pohon besarnya juga banyak. Serasa alam bebas, mulai tertarik neh sekolah disini :). Tapi masih harus ikut tahap observasi dulu, tanggal 20 Feb nanti dan wawancara orang tua. Kata bunda sih observasinya tidak seseram yang di Al Azhar kemaren, hasilnya tidak menjadi penentu diterima tidaknya aku sekolah disana. Doain ya semoga observasi besok lancar, dan ayah bundaku juga lancar diwawancara. Amiin.
Bermain di Kidzania
Habis mendaftar di sekolah Al Jannah, ayah dan bunda terus mengajak aku bermain di Kidzania. Sama seperti Lolypop, Kidzania juga adanya di mall. Bedanya kalo lolypop di mall senayan city, kidzania ini di mall pacific place. Berbeda dengan lolypop yang lumayan sering kukunjungi, sore kemaren adalah pengalaman pertamaku bermain di kidzania. Soalnya untuk boleh bermain di Kidzania usia minimalnya dibatasi 2 tahun. Nah karena sekarang aku sudah 2 tahun, aku sudah boleh masuk dan bermain atau bergabung menjadi warga Kidzania!
Seru banget bermain disini. Walau belum semua arena bermain boleh kumasuki karena usiaku yang masih belum memenuhi, aku puas berperan sebagai koki, pemain piano, dan penari. Tahu tidak, rupanya waktu aku bermain piano dan menari aku diberi upah sejumlah uang oleh kakak penjaga stan itu. Katanya itu sebagai upah aku bekerja memainkan piano dan menari. Lumayan buat naik taksi atau belanja di indomaret yang juga hanya ada di negeri Kidzania itu
 
Sayang aku tidak bisa lama-lama bermain di Kidzania. Selain sudah sangat capek, ayah juga musti harus jemput Om Hendra di stasiun Gambir. Kapan-kapan inysa Allah aku main lagi kesini. Tapi kali tunggu besaran dikit lagi ya … biar semua arena mainan boleh kumasuki. Tapi masak nunggu usiaku 4 atau 5 tahun, waaaah kelamaan dong :p
Kutu Rambut
Posted on January 31st, 2010 at 11:04 pm by aliyyah and tagged bermain bersama, hati-hati, tertular

Tertular tante Saras … masa baru tertular setelah ketemu dari 2 bulan yang lalu ????
Ehmmm … sebenarnya aku malu untuk bercerita, tapi kata tante Lastnyku aku bagus juga kalau membagikannya untuk teman-teman agar kalian lebih hati-hati saat bermain dan berkumpul di keramaian. Begini, kemaren bunda menemukan telor dan anak kutu di rambutku. Iiiih, kata bunda kaget, masa ada kutu di rambutku. Dapat “tularan” darimana demikian hebohnya bunda pasca ditemukannya anak kutu di rambutku. Perasaan selama ini, menurut bunda, rambut aku bersih karena setiap pagi dan sore selalu dikeramas bibik Silaku. Jadi tidak mungkin ada kutu terbang, hinggap, bertelur dan berkembang biak di rambutku. Bunda langsung pasang muka tanduk (tapi pasti sambil tertawa, karena bundaku tidak bisa galak orangnya), mengancam, hayo siapa diantara Bik Sila, Bik Siti, dan mbak Wari yang nantinya ketahuan punya kutu … mau bunda bawa salon untuk digunduli, kata bunda. Hmmmm, kasihan juga ya bibik-bibik dan mbakku, padahal kan belum tentu mereka yang menularkan kutu ke rambutku. Tapi siapa juga yang sebenarnya sudah menulari aku ya, bibik bukan, mba bukan, bunda bukan, tante bukan, ayah bukan, om bukan, eyang bukan …. lalu siapa ya ???
Kuingat-ingat, aku baru merasakan gatal yang teramat sangat di kepalaku dari beberapa hari lalu, saat aku mulai demam. Karena demam, eyag melarang bibik dan bundaku mengeramasi rambutku. Sebelum aku sakit, aku tidak pernah gatal dan menggaruk hebat kepalaku. Tapi kemaren beda. Kepalaku rasanya panas saking gatalnya. Kugaruk-garuk bahkan ngga terasa sampai kulit kepalaku terluka. Kupikir kepalaku gatal karena rambutku yang dalam beberapa hari itu tidak dikeramas, tapi masa setelah aku sembuh dari demam, dan bibik juga sudah mulai mengeramasi rambutku, kepalaku tetap gatal juga. Lalu waktu aku main di rumah eyangku (hari Jum’at), mbak Wari yang melihat aku terus-terusan garuk kepala, penasaran membuka-buka rambutku. Kata mbak Wari, dirambutku ada telor kutu yang sudah mati. Langsung deh mbak Wari melapor ke Bik Sila, dan bik Sila kemudian melapor ke bunda.
Sabtunya, setelah mendapat laporan bik Sila, bunda langsung menginspeksi rambutku. Langsung, diobrak-abriklah rambutku yang barusan keramas dan disisir rapi. Dan benar, bunda menemukan beberapa anak kutu yang baru lahir dan telor kutu yang sudah pada mati. Sambil mengomel panjang pendek dan terus menginvestigasi bik Sila yang kata bunda musti bertanggung jawab mencari tahu kira-kira siapa atau dimana aku bisa sampai ketularan kutu. Ayah lebih heboh lagi, langsung melesat ke apotek membelikan aku obat pembunuh kutu. Hehehe, jadi heboh akhirnya kami sekeluarga gara-gara ada tamu tak undang di rambut dan kepalaku. Aku sih senang-senang saja, bunda tumben-tumben lama banget membelai-belai rambutku
Akhirnya bik Sila menemukan kemungkinan dimana aku mulai tertular kutu. Hmmm, katanya mungkin aku tertular salah seorang teman sekelasku. Menurut bik Sila, waktu aku sekolah hari kamis kemaren ada teman aku yang garuk-garuk kepalanya seperti kalau aku garuk-garuk rambut. Nah teman ini nih yang katanya nularin aku. Soalnya gatal-gatal hebat dikepalaku memang baru muncul hari kamis kemarin, malam, setelah aku diijinkan bunda masuk sekolah lagi. Tapi sudahlah aku ngga mau menyalahkan taman. Bisa jadi aku ketularan orang lain yang ngga sengaja aku temui, misalnya tempat mangkal tukang sayur saat aku diajak bibikku berbelanja disitu. Lalu saat aku demam dan tidak diperbolehkan eyang keramas, kutu-kutu itu pada terbang di rambutku yang sedang kotor. Hmmm jangan salah ya, meski sebenarnya bunda sudah melarang keras aku diajak keluar rumah saat sakit … kadang bibik-bibikku suka melanggar larangan bunda. Aku kan belum bisa mengingatkan … ya tentu saja aku mau diajak keluar meski sebenarnya sedang sakit. Ngga enak kan selalu berada di dalam rumah ?
Oh ya, hari minggu ini anak-anak kutu dirambutku sudah jauh berkurang. Aku sudah tidak sesering kemaren menggaruk-garukkan kepalaku. Bunda yang beberapa kali menyusuri rambutku juga sudah tidak menemukan anak-anak kutu itu lagi. Dilihat sampai hari selasa, kalau aku masih suka garuk-garuk kepala dan rambutku, berarti kutu-kutu itu masih ada. Bunda akan melarang bik Sila mengantar aku ke sekolah. Kata bunda aku harus sayang sama teman-temanku, jadi agar teman-teman sekolah tidak ada yang tertular, aku tidak boleh sekolah sampai kutu-kutu di kepalaku benar-benar hilang. Waduuuh, selasa lalu aja aku sudah bolos … masa besok diminta bolos lagi. Ayo dong anak-anak kutu … pergilah semua dari rambut dan kepalaku agar aku besok selasa tidak jadi bolos
Apa teman-teman ada yang pernah tertular seperti aku ? Gimana caranya biar bisa benar-benar hilang dari rambut ya. Bunda tidak mau memberi aku obat kutu, katanya takut berbahaya untuk kulit kepala aku yang masih kecil. Ada tips aman mengobati kutu yang bisa dibagikan untuk bundaku ? terima kasih ya
Hasil Karyaku
Posted on January 26th, 2010 at 5:36 pm by aliyyah and tagged hasil karyaku, sekolah
Ngga terasa sudah hampir 4 bulan aku sekolah di Sanggar Bona. Kata bu Guru ke bundaku sekarang aku sudah tambah pintar. Sekarang aku mau ditinggal bibik Sila keluar kelas, mau mengikuti kegiatan kelas tanpa malu-malu lagi, … dan yang ditunggu-tunggu bu Guru : Mau bersuara dan menjawab kalau ditanya bu Guru. Oh ya 4 bulan sekolah sudah banyak juga yang aku bisa, mewarnai, menempel, dan menggambar.

Kumpulan hasil karyaku dalam satu bundle

Mewarnai dengan cat air

Menempel bulu-bulu kelinci

Menempel bulu-bulu di sayap dan ekor burung

Mewarnai kupu-kupu

Mewarnai pohon

Membuat dan menempel kuntum bunga

Membuat dan menempel bentuk

Menggambar bebas
Ini dia hasil karyaku menempel, mewarnai dan menggambar. Jangan bayangkan hasil karyaku seperti hasil karyanya om atu tante pelukis ya, bagus dong … tapi ngga sebagus karya mereka. Hohoho, tentu, kata bu Guru dan bundaku aku masih belajar dan masih melatih motorik-motorik halusku.
Ulang Tahun Kedua-ku
Posted on November 29th, 2009 at 6:14 am by aliyyah and
Hari minggu, tanggal 15 November menjadi hari yang membahagiakan untukku. Bunda dan Ayah menyelenggarakan perayaan kecil untuk ulang tahun keduaku. Ulang tahunku sendiri sebenarnya sudah lewat tanggal 3 November yang lalu, tapi karena kebetulan jatuh di hari Selasa dan akhir pekan itu Ayah juga ada tugas luar … maka perayaanya bunda undur sampai tanggal 15 (di posting di blognya dah lewat juga ya :) ).

Kue Ulang Tahun bergambar Wajahku

Uuuugh Berat juga Topi Ultahnya ...
Karena aku sudah sekolah, maka sebagian besar teman-teman yang kuundang adalah teman-teman sekolahku, baik dari kelas cimut (play group kecil) maupun kelas mini (play group besar). Terus sebagian adalah teman-teman main di sekitar rumah, dan sisanya adalah saudara-saudara seusia, dan putra-putri sahabat-sahabat ayah bunda.

Ki - Ka : Kaylila, Aku, dan Velica (Teman-teman cimutku)

Ki - Ka : Ibrahim, Mas Yaya, Kakak Delsa, dan Dedek Rayfa

Sambil menunggu teman-teman lain datang … si om MC bagi-bagi topi
Hampir semua teman-teman Aliyyah yang diundang datang. Dan asyiknya teman-teman pada memberi hadiah untukku. Waaaaah hadiahku banyak sekali. Pengen deh selalu pegang dan membuka hadiah dari teman-teman itu, tapi kata bunda aku harus menunggu sampai pestanya selesai dan di rumah. Ya sudah, aku gabung lagi sama teman-teman. Bermain games, bernyanyi, dan yang lainnya.

Kira-kira apa isinya ya ??

Kaylila semangat sekali menarinya ya

Sssst diam, Velica lagi memperkenalkan diri

Bunda bahagia juga ya ….
Hmmm, ngga berasa tiba diacara inti, saatnya meniup lilin dan memotong kue. Diiringi nyanyian ulang tahun dan tip lilin, aku berhasil tiup lilin. Hihihi, rupanya teman-temanku pada pengen tiup lilin juga. Tapi karena mejanya sempit maka teman-teman tidak bisa ikut tiup lilin bersamaku.

Dapat ciuman dari ayah dan bunda setelah sukses tiup lilin

Potong kuenya … potong kuenya ….
Daaaan, setelah didoakan oleh eyang kakung, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan makan kue ulang tahun. Hmmm om MC-nya iseng juga, nyruh teman-teman cuci tangan dulu kok malah diajak jalan-jalan dan berputar-putar seperti ular naga. Hasilnya …. makan jadi enak sih, karena diajak putar-putar dulu, bikin tambah lapar kan

Jadikanlah Aliyyah cucu kami yang sholehah dan berbakti pada orang tua

Bermain Ular Naga ????

Cuci tangan dulu ya anak-anak ….
Sekitar satu jam acara selesai. Setelah satu demi satu teman-teman dan saudara berpamitan, aku pulang dan …. tidak lupa membawa semua hadiah dari teman-teman. Waaaaah benar, banyak sekali hadiah teman-teman untukku. Senangnya …. lalu kubuka satu-satu hadiahnya … ada baju, boneka, mainan, tas, sandal, buku cerita, kartu gambar, bantal, … sampai kursi santai bergambar princess. Semuanya Aliyyah suka.

Aliyyah …. Hana pamit dulu ya …

Iiih gimana cara ngebukanya sih ?

Nyoba kursi santai ….. hmm asyik juga

Test … test … test, Aliyyah mau nyanyi
Terima kasih teman-teman, bu guru, om, dan tante … atas kesediaannya hadir di syukuran ulang tahun Aliyyah. Terima kasih atas doa yang dipanjatkan, dan terima kasih untuk hadiah yang diberikan
Dua Tahun Umurku, Alhamdulillah
Posted on November 3rd, 2009 at 9:32 pm by aliyyah and tagged berbagi bahagia, bersyukur, ultah

Aliyyah 2 tahun
Hari ini Aliyyah berbahagia dan bersyukur sekali. Dari pagi sejak Aliyyah bangun dan berlanjut sampai malam menjelang tidur, Aliyyah banyak medapatkan ucapan sayang dan doa. Hohoho, ternyata karena hari ini Aliyyah berulang tahun … oooh pantas. Terima kasih ya Allah ternyata banyak yang sayang Aliyyah. Ayah, bunda, eyang To, eyang Acih, eyang No, eyang Yayuk, eyang Ni, tante Dyah, tante Lastny, om Heyi, Om Nda, Uyut, tante Saras, tante Yaya, bibik Sila, Mba Wari … dan teman-teman, terima kasih ya untuk ucapan dan doa yang dipanjatkan untuk Aliyyah hari ini.
Amin amin amin ya Robbal ‘alamiin, semoga Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mengabulkan semua doa yang terpanjat di hari ini. Ya Rabb Ar-Rahman Ar-Rahiim, jadikanlah Aliyyah putri sholehah ayah bunda yang mendoakan mereka berdua, baguskanlah rupa, ahlak dan lisan Aliyyah, dan cenderungkanlah selalu hati Aliyyah pada kebajikan dan kebenaran, serta mudahkanlah setiap langkah dan urusan Aliyyah.
Terima kasih dan bersyukur tak terhingga untuk hadiah istimewa yang tante Lastny berikan untuk Aliyyah. Alhamdulillah di Makkah sana tante teringat dengan tanggal ulang tahun Aliyyah dan menghadiahi sebait doa yang dipanjatkan di roudhah-mimbar Rasulullah yang mulia, Muhammad SAW, “Semoga Aliyyah tumbuh menjadi manusia yang sholehah, yang beriman dan takwa kepada Allah, berbhakti pada ayah bunda, sehat, dan dapat bermanfaat bagi diri, umat, dan agama Allah. Semoga Roudhah menjadi saksi diterima dan dikabulkannya doa tante Lastny untuk Aliyyah, Ya Malik … terimalah doa kami. amiin.
Emmm apa yang dapat Aliyyah bagikan dengan sesama di hari nan bahagia ini ya ? Alhamdulillah, dengan bantuan eyang Acih di kampung bunda membuat dan membagi-bagikan nasi kuning untuk tetangga-tetangga disana. Hehehe jauh ya … iya soalnya kata bunda kalau dibagikan di kampung lebih bermanfaat karena disana masih banyak orang yang membutuhkan. Memang ada hubungannya ya ??? entahlah yang jelas bunda lebih sreg kalau syukuran bikin nasi kuningnya dibagikan di tetangga-tetannga kampung. Ya sudahlah semoga ini tidak mengurangi rasa syukur dan nikmat Aliyyah, dan mudah-mudahan membawa keberkahan. Insya Allah
Om dan Tanteku Berangkat Haji
Posted on October 28th, 2009 at 4:35 pm by aliyyah and tagged beribadah haji, doa, kangen

Aliyyah dan tante Lasty
Akhir pekan ini, tepatnya tanggal 30 Oktober, tantenya Aliyyah yang bernama tante Lastny mulai berangkat ke tanah suci untuk beribadah haji. Hihihi, mulai berangkat, iya soalnya berangkatnya ke mekah sendiri mungkin baru tanggal 1 November, jadi tanggal 30 itu baru berangkat dari depag (departemen agama) kebumen ke asrama haji di solo. Benar, tante Lastnya memang berangkat hajinya akan melalui embarkasi solo, jawa tengah, sesuai KTP tante yang sekarang masih digunakan
Oh ya sebanarnya tente juga ngga sendiri sih berangkatnya, ada juga om Heyi yang juga kakaknya (hihihi, om Heyi dan tante Lastny, keduanya adalah adik bunda). Aduh Aliyyah mulai sedih nih bakalan lama ditiggal om dan tante. Om dan tante, nitip doa buat Aliyyah ya … mudah-mudahan Allah menjadikan Aliyyah putri ayah dan bunda yang sholehah yang mendoakan ayah bunda, menjadikan putri ayah dan bunda yang berbhakti dan taat pada Allah, Rasulullah MUhammad, dan agama, dan menjadikan putri ayah dan bunda yang memberi manfaat baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungannya … amiin.
Sudah tentu Aliyyah tidak bisa mengantar om dan tante ke bandara Adi Sumarmo, secara bunda sudah pasti tidak diijinkan kantornya untuk mengambil cuti lama. Tapi alhamdulillah, aliyyah (dan bunda dan ayah) sudah datang di acara pengajiannya tante Lastnya dan om Heyi hari minggu kemaren. Yup, hari sabtu minggu kemaren Aliyyah kembali pulang kampung lho, khusus menghadiri acara pengajiannya om dan tante.
Om Heyi … tante Lastny, Aliyyah sayaaaaaang sekali sama om dan tante. Jaga diri baik-baik di sana ya om, tante, jangan lupa sering-sering sms Aliyyah dan kirimi foto-foto tante dan om disana. Buat Om Heyi, Aliyyah janji deh akan bantu tante Dyah jaga dedek yang masih ada di perut. Aliyyah akan ingatkan tante minum susu dan mimum obat. Buat tante Lastny, terima kasih hadiah ulang tahunnya ya. Wah tante nduluin tuh … padahal ultahnya Aliyyah kan masih lama. Tapi Aliyyah akan dapat kado lagi setealah tante pulang nanti kan, hehehe
Selamat beribadah haji om Heyi, tante Lastny … mudah-mudahan kembali dengan selamat dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur karena Allah, amiin.
Ulang Bulan 23 dan Hari Pertama Sekolahku
Posted on October 11th, 2009 at 4:33 pm by aliyyah and tagged bermain, bersyukur, sekolah, ulbul

Bersiap mau Sekolah, foto dulu aah ….
Hihihi meski sedikit lewat, tanggal 3 kemaren Aliyyah berulang bulan 23. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah untuk semua nikmat yang telah Engkau anugerahkan. Hmmmm, di usia yang bertambah satu bulan lagi ini yang banyak nambahnya di Aliyyah masih seputar berkata-kata … alias bicara. Sekarang aliyyah sudah suka bikin capek bunda dengan bertanya apa ini apa itu. Hihihi, maaf bunda … Aliyyah bukan lagi ngetes kok tapi beneran emang belum tahu lho
Mulai berani “dilepas” bunda berdoa dan bersenandung sendiri. Kemaren-kemaren kan Aliyyah sukanya melengkapi doa atau lagu yang dilantunkan bunda tuh, biasanya di ujung kata, nah sekarang Aliyyah mulai agak bisa melantunkannya sendiri. Meski belum lengkap setiap kalimatnya, tapi ga papa kan ya per beberapa kata dulu … dari pada “membeo” bunda terus, hehehe.
Oh ya berdekatan dengan ulbul kemaren, tepatnya tanggal 6 hari selasa, Aliyyah memulai hari pertama “sekolah” di sanggar bona. Hiks, ngga diantar bunda deh … soalnya bunda ngga bisa ambil cuti kerja lagi sih. Sebagai gantinya Aliyyah diantar (dan didampingi) bik Sila, pengasuhnya Aliyyah. Tapi meski bunda tidak mengantar Aliyyah di hari pertama sekolah … bunda tetap nyiap-nyiapin bekal dan keperluan Aliyyah kok, kayak baju ganti dan snack. Terima kasih bunda ….
Sekolah Aliyyah jadwalnya 2x seminggu, harinya selasa dan kamis … di jam 10.00 - 11.30. Teman Aliyyah satu kelasnya ada 4 (5 sama Aliyyah), namanya Felika, Kweni, Azka, dan Ranu. Terus bu gurunya ada 3, namanya bu Ima, bu Nasih dan bu Wati. Hehehe teman kelas Aliyyah sedikit ya ?? Memang gitu kok, di sekolah Aliyyah untuk kelas “Cimut” seperti yang Aliyyah ambil, jumlah peserta didik memang dibatasi maksimalnya 8. Tapi karena kelas Cimut juga ada yang pagi, maka sebenarnya teman Aliyyah banyak juga.
Hari pertama di sekolah selasa kemaren baru diisi dengan acara kenalan dan bermain bebas. Kenalan dengan teman-teman yang ternyata semuanya masih baru. Yup karena pas trial sebelumnya Aliyyah ambil di kelas yang pagi, maka teman-teman yang sekarang menjadi teman kelas Aliyyah bukan teman-teman yang Aliyyah kenal pas trial. Tapi gapapa, malah jadi banyak kan teman “Cimut”nya Aliyyah :). Meski baru kenalan Aliyyah senang dan betah kok di sekolah. Soalnya apa coba ? Ya karena di sekolah banyak sekali mainannya. Ada perosotan, jungkat-jungkit, keranjang basket, sampai mandi bola. Aaaghhh kayaknya Aliyyah juga mau deh kalo besok-besok “jam sekolah”nya Aliyyah dihabiskan dengan bermain-main
Baru deh pada hari kedua, kamis, kegiatan sekolah mulai “diisi” dengan materi belajar. Eits, meski sebutannya materi belajar … bukan berarti Aliyyah disuruh belajar kayak kakak-kakak yang sudah besar lho. Tapi apa coba ??? hehehe ternyata belajarnya Aliyyah diajak senam (sambil mendengarkan lagu) bu guru dan membuat teh hangat. Pas senam Aliyyah semangat banget …. lha habis kayak menari dan melompat-lompat sih ya. Di rumah kan Aliyyah juga suka menari-nari dan melompat-lompat sama bunda, jadi pas senam di sekolah ya berasa Aliyyah lagi menari-nari di rumah. Terus waktu membuat teh hangat Aliyyah juga senaaaaang banget. Aliyyah dibiarkan bu Guru praktek membuat teh hangat sendiri. Masukin Air teh hangat ke dalam gelas, masukin gula, dan mengaduknya. Eh tehnya boleh diminum … ya Aliyyah minum, hmmm rasanya …. manis, enak. Tandas deh … karena Aliyyah juga dah haus banget secara habis senam tadi lupa minum
Seperti saat trial kemaren, di akhir kegiatan belajar pasti diakhiri dengan makan siang bersama dan berbagi bekal. Waaah karena Aliyyah lapar, Aliyyah pilih langsung makan nasi tuh, bukan snack. Hihihi, Aliyyah jadi lupa berbagi karena dah lapar banget. Ngga ingat kalo bawa snack dan bisa dibagikan ke teman-teman seperti hari selasa. Iiiih jadi ngga sabar nunggu selasa pagi lagi nih … pengen masuk sekolah lagi … bermain dan bertemu teman-teman. Asyiiiiiiiiiiik
Selamat Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin Yaaaaa ….
Posted on October 4th, 2009 at 11:36 pm by aliyyah and tagged lebaran, Liburan, mudil

Dug dug dug, Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar, Laa Ilaaha ilallahu Allahu Akbar. Halo semua, Masih Syawal …. belum telat kan ya untuk Aliyyah (dan bunda dan ayah) mengucapkan selamat Idul Fitri 1430 H buat teman-teman semua, tante-tente, om-om, kakak-kakak, eyang-eyang (semuanya deh) … Minal Aidin Wal Faidzin … Mohon Maaf Lahir dan Batin ya
Lebaran kali ini seperti biasa, Alhamdulillah Aliyyah merayakannya di rumah eyang-eyang Aliyyah, bergantian di kota kebumen dan wonogiri. Hayo teman-teman pada merayakan lebaran di mana, sama kayak Aliyyah ngga nih … mudik tempat eyang ??? Aliyyah sendiri bareng ayah dan bunda mudik dari tanggal 17 September sampai 27 September. Karena kata ayah tahun ini jadwal berlebaran hari pertama ada di rumah eyang Kebumen, maka mudik Aliyyah kemaren tujuan pertamanya di kota kebumen. Baru setelah hari kedua, Aliyyah melanjutkan mudik ke rumah eyang di kota Wonogiri. Hihihi, di lebaran kemaren Aliyyah sukses bikin kejutan bunda lho. Mau tahu apa kejutan Aliyyah untuk bunda ?
Tratap … Aliyyah mau memakai mukena yang disiapkan bunda untuk sholat Ied. Padahal sampe hari terakhir bunda packing sebelum mudik, Aliyyah benar-benar ngga mau lho dibujuk bunda pakai mukena. Bunda sampai sedih … padahal katanya susah banget tuh ngedapetin mukena yang pas buat Aliyyah … eh giliran dah dapet Aliyyahnya ngga mau pakai. Ya sudah karena Aliyyah sayang bunda dan ngga mau lihat bunda sedih … pas sholat Ied di lapangan kemaren Aliyyah mau deh pakai itu mukena. Tapi maaf ya bunda … cukup 15 menit dulu pakainya … habis Aliyyah belum betah sih pakai mukena, Aliyyah kan ngga bisa lari-lari kalau pakai mukena.
Namanya juga lebaran, di kampung Aliyyah bertemu banyaaaaak banget ma sodara-sodara, baik sodara-sodara yang memang menetap di kampung ato sodara-sodara yang menetap di kota-kota lain dan sedang mudik. Hihihi, bahkan ada lho yang sampe usia hampir 2 tahun Aliyyah baru ketemu ma sodara ya pas kemaren lebaran itu. Bayangkan, kalo bukan karena lebaran mungkin Aliyyah ngga pernah ketemu ma sodara ya, hehehe. Oh ya yang mengejutkan di lebaran kemaren Aliyyah berjumpa sama nenek canggah Aliyyah lho. Ini pertama kalinya aliyyah (dan bunda sejak jadi istri ayah) bertemu dengan nenek canggah. Hayo ada yang tahu nenek canggah ngga ? Itu lho nenek buyutnya ayah atau bunda kita. Nah kebetulan nenek canggahnya Aliyyah berasal dari ayah. Umurnya sudah hampir 100 tahun. Sudah tua sekali ya … subhanallah. Kebetulan nenek sedang ada di rumah uyut Aliyyah (neneknya ayah), jadi pas Aliyyah datang untuk sungkem nenek canggah sudah ada disana. Wah nenek canggah Aliyyah ini sangat hebat ya … meski sudah sepuh, nenek masih bisa jalan dan mengurus diri sendiri. Bahkan untuk tinggalpun nenek tidak mau ikut ke satupun anak-anaknya, nenek memilih tinggal di rumahnya sendiri. Tapi insya Allah nenek terjaga kok, karena meski beda rumah … ada salah satu anak nenek yang rumahnya dekat. Jadi nenek bisa setiap saat keluarga “lihat”.
Yang lain yang tidak Aliyyah lewatkan selama lebaran adalah wisata. Yah meski ngga banyak tempat yang Aliyyah kunjungi karena terbatasnya waktu, tapi Alhamdulillah Aliyyah bisa jalan-jalan ke pantai, wisata kereta di kota solo, juga menyusuri persawahan kota sukoharjo. Wisata kereta sendiri tidak seperti yang direncanakan semula yaitu naik kereta uap. Karena kehabisan tiket untuk jadwal yang pertama, dan adanya lagi baru jam 4 sore … Aliyyah batal naik kereta uap. Akhirnya Aliyyah naik kereta komersil saja, prameks, menyusuri rute solo purwosari-kota-jebres. Hehehe, buat melegakan hati ajah karena dah jauh-jauh dari wonogiri pengen naik kereta … masa gagal naik begitu saja
Sayang mudik harus segera berakhir. Tanggal 27 September Aliyyah sudah harus kembali ke jakarta. Hiks hiks hiks, Aliyyah sedih deh karena musti berpisah sama tente Saras dan tante Yaya. Soalnya kedua tante Aliyyah ini yang paling semangat ngajak dan menemani Aliyyah main sih. Mudah-mudahan tahun depan Aliyyah masih bisa mudik lagi ya, jadi bisa bersilaturahmi lagi …. dan juga … berwisata lagi, hehehe. Selamat Idul Fitri semuaaaaaaaaaa
Aliyyah 22 bulan
Posted on September 4th, 2009 at 11:42 am by aliyyah and tagged bersyukur, ulang bulan 22
Tanggal 3 bulan ini aliyyah berulang bulan 22. Tambah satu bulan lagi usia aliyyah tambah banyak ketrampilan-ketrampilan baru Aliyyah dibading bulan lalu. Alhamdulillah, Aliyyah bersyukur padaMu ya Allah ….
Dalam hal berkomunikasi, jika bulan lalu Aliyyah masih berkata-kata dengan satu kata, sekarang Aliyyah sudah mampu 2 dan 3 suku kata. kata tante Lastny, perkataan Aliyyah sekarang sudah membentuk pola SPO (subyek-predikat-obyek). hehehe, kayak lagi belajar bahasa indonesia ya :). Selain itu, aliyyah juga mulai paham sama data diri Aliyyah, misalnya nama lengkap aliyyah, nama, ayah, nama bunda, alamat rumah …. sampai Tuhan, Nabi, agama, dan kitab, Alhamdulillah Aliyyah bisa mengingatnya. Kata tante lastny juga …. tinggal menghafal no telpon nih, jadi kalo Aliyyah hilang (naudzubillah, mudah2an sih jangan sampai hilang ya ), katanya Aliyyah bisa dikembalikan om polisi, hehehe.
Dalam hal fisik, alhamdulillah berat badan dan tinggi Aliyyah juga bertambah. Pastinya sih belum tahu ya karena bunda ngga rajin timbang dan ukur, tapi …. kata orang2 yang melihat aliyyah sih sekarang aliyyah makin gemuk dan tinggi. Hihihi …. kayaknya sih benar, soalnya baju-baju Aliyyah sekarang dah makin jauh dari atas lutut dan ngga muat :D. Tapi meski kata orang gemuk, tidak berarti membuat Aliyyah malas bergerak lho. Justru Aliyyah senaaaang banget bergerak, Mulai dari lari-lari, melompat, melempar, menangkap, menari,… sampai memanjat. ssstttt, Aliyyah sudah bisa memanjat sendiri anak tangga perosotannya kakak2 TK lho, ngga perlu dipegangi ayah ato bunda
Mmmmm, ketrampilan yang lain apa ya? … mengenal bilangan dan warna. Untuk angka, meski sudah mampu menyebut angka urut 1-10, tapi untuk memahami berapa bilangannya, aliyyah baru paham 1-3. Jadi kalo aliyyah diminta tolong ayah ato bunda ngambilin sesuatu, asal jumlahnya 1 ato 2 ato 3, insya Allah aliyyah bisa ambilkan. Nah untuk warna …. hihihi ternyata lebih susah belajar warna ya. Padahal aliyyah dah tahu lho nama-nama warna kayak kuning, merah, putih, hitam, ijo, biru, pink … tapi…. suka salah sebut kalo ditanya bunda warna bendanya, hehehe. Misalnya saat ditanya warna gigi …. aliyyah jawabnya kuning eh kata bunda salah, terus aliyyah jawab lagi merah …. eh kata bunda bukan juga, aliyyah jawab lagi hitam …. eh bukan lagi. Ternyata yang benar putih ya …. hihihi tuh kan susah. Tapi gpp, aliyyah mau terus semangat belajarnya
Bermusik sama Ayah
Posted on August 23rd, 2009 at 11:57 am by aliyyah and

pft … pft … pft seruling kutiup
Aliyyah senaaaang sekali bermain musik sama ayah. Hehehe, soalnya kalo mainnya sama bunda ngga seru … alias garing. Kata bunda harap dimaklumi karena bunda Aliyyah memang ngga bisa Biasanya Aliyyah suka duet bermain gitar ma ayah (sama-sama memainkan gitar, ayah gitar yang agak besar lalu aliyyah gitar yang kecil), tapi kali ini ayah dan Aliyyah duet bermain drum (ayah) dan seruling (aliyyah).

Ayah …. serius donk pukul drum-nya …. !!!!!
Sayang karena difoto bunda, ayah jadi kurang konsen tuh bermain drumnya. Padahal Aliyyah dah semangat banget ya niup serulingnya :D.
« Previous Entries
|
|
|