Selama satu minggu, 9-16 april kemarin aku berlibur di rumah eyangku di Karanganyar-Kebumen*). Tahu tidak aku liburannya cuma sama eyang (putri) dan bibiku saja lho. Bunda dan ayah tidak ikut. Awalnya sih … aku diajak eyang untuk menemaninya pulang kampung. Hihi, selepas ditinggal berangkat tante Lastny PTT (Praktek Tidak Tetap, dokter) di Kota Baru - Kalimantan Selatan, katanya eyang kesepian. Jadi biar ngga teringat-ingat terus tante Lastny, eyang pengen liburan dulu di kampung halaman.
Aku sih mau-mau saja diajak eyang pulang kampung. Kan di kampung eyang ada juga tante Saras, Tante Lidya, dan om Alif. Mereka semua adalah saudaraku yang kalau libur sekolah selalu datang berlibur ke rumahku. Karena aku kangen, pengen ketemu, dan bermain-main bersama mereka, aku langsung semangat begitu eyang maksa ajak aku “Aliyyah ikut eyang pulang kampung ya … !”. Sssst, tapi aku kan mesti mendapat ijin dari ayah dan bunda dulu ya. Alhamdulillah, akhirnya ayah dan bunda mengijinkan aku ikut pulang kampung bersama eyang. Sekalian buat aku liburan demikian kata bunda, karena semenjak sekolah aku belum pernah dapat liburan (masa sekolahku ngga ada liburan cawu atau semesteran :( ). Hanya saja, karena ayah dan bunda tidak bisa mengambil cuti, itu berarti ayah dan bunda tidak akan ikut berlibur menemani aku. Hohoho, tidak masalah … aku kan sudah besar, sudah hampir 2.5 tahun. Aku berani kok pergi ke rumah eyang tanpa ditemani ayah bunda. Bibik Sila aja yang ikut sudah cukup, biar eyang tidak terlalu repot harus menjaga aku seorang diri selama berada di kampung :).
Hari jum’at pagi, tgl 9, aku diantar ayah dan bunda ke stasiun Jatinegara. Yup, perjalanan aku ke rumah eyangku yang di kampung memang mau naik kereta api. Dan ini adalah kali keduaku naik kereta ke rumah eyang setelah yang pertama dulu berumur 4 bulan. Amboi senang sekali aku naik kereta. Hehehe, padahal kereta apinya bukan yang ada AC-nya lho (baca eksekutif), tapi karena aku bersemangat … aku bisa merasa nyaman sepanjang perjalanan. Wah naik kereta api memang sangat mengasyikkan ya … lebih-lebih kalau pas berhenti di stasiun-stasiun besar. Wooow …. banyak sekali kereta apinya yang lagi pada berhenti dan antri jalan. Berangkat jam 1/2 9 pagi dari Jati negara, jam 4 sore aku, eyang, dan bibik sudah sampai di stasiun Karanganyar. Hmmm tidak terasa ya. Dan suprised, aku dijemput tante Saras dan tante Lidya. Horay !
Di kampung aku senang sekali. Temanku jadi tambah banyak. Selain tante-tante dan omku, aku juga dapat kenalan-kenalan baru. Ada kakak Zahra dan adiknya - dedek Fahri, dan teman-teman yang lain yang aku tidak hafal namanya. Mau tahu kegiatanku selama di kampung ? bermain … bermain … dan bermain. Bermain kejar-kejaran, mobil-mobilan, boneka … dan sebagainya. Puas sekali bermainku, karena di kampung aku tidak bermain sendiri seperti yang biasa kulakukan di Jakarta. Lebih asyik dan seru bermain bersama teman dari pada sendirian bukan ? Lalu sorenya aku ikutan teman-teman baruku mengaji di mushola dan sholat maghrib berjamaah.

Aku, tante Saras, dan om Alif

Bermain ombak bersama Tante dan Eyang

Bermain pasir
Selain bermain, aku juga habiskan liburanku dengan piknik ke pantai dan silaturahmi ke rumah saudara di Wonosobo. Hihihi, eyang tahu aja ya kalau aku suka bermain ombak dan pasir di pantai, jadi aku diajak piknik kesana. Apalagi pantai di kampung eyang … wah mbetahin banget. Ngga seperti pantai-pantai di Jakarta (yang di Ancol itu lho), pantai di kampung eyang masih bersih dan sepi pengunjung. Mau bermain pasir dan ombak jadi ngga rebutan tempat :). Terus aku juga diajak eyang dan uyutku bermain ke rumah eyang tante Wiwik … adiknya eyang yang tinggal di Wonosobo. Baru satu kali kemarin aku ke Wonosobo. Katanya ada tempat wisata yang terkenal, Dieng. Tapi aku tidak kesana … habis jauh sih, lagian karena perginya sama “para” eyang kan jadi ngga seru. Kalau aku capek, siapa coba yang mau gantiin bik Sila-ku gendong aku, hehehe. Syukurlah di rumah eyang Wiwik ada banyak sekali kelinci, jadi aku betah-betah saja bermain di sekitar rumah. Wooow, ternyata eyang tanteku peternak kelinci to … pantesan banyak sekali kelincinya. Pengen sih aku minta buat kupelihara, tapi …. ayah pasti tidak mengijinkan. Karena saat ini aku memang masih belum diperbolehkan ayah memelihara binatang apapun yang berbulu. Hiks padahal kelincinya cantik-cantik sekali
Satu minggu di rumah eyang kayaknya masih baru sebentar. Harus cepat-cepat balik Jakarta. Huuuuh, bunda telpon-telpon melulu. Hampir setiap jam bunda menelponku dan selalu saja nanyain kapan aku pulang. Katanya kangen berat. Gitu ya ? Duh kasihan sekali bundaku … pasti sedih dan kesepian ya ditinggal aku. Yipie bunda, aku tidak akan memperlama liburanku di kampung. Alhamdulillah eyang memahami, meski katanya belum begitu puas, tapi eyang mau “mengembalikan” aku ke Bunda sesegera mungkin. Pas satu minggu di kampung, hari Jum’atnya, tanggal 16, aku, eyang dan bibik Silaku kembali pulang ke Jakarta. Alhamdulillah pulangnya ke Jakarta, kami dapat kereta yang ber-AC, perjalanan jadi lebih nyaman dan tidak melelahkan. Terima kasih ayah, bunda atas ijin yang diberikan. Dan terima kasih juga eyang … untuk liburan yang begitu mengesankan. I Love U all, mmmuah.
note *) Eyang Aliyyah sebenarnya saat ini tinggal di Cibubur, berdekatan dengan rumah bunda Aliyyah. Hanya saja kalau pas pengen liburan atau kangen suasana kampung, biasana secara berkala, eyang akan pulang ke rumahnya yang di kampung .