Aku dan MOS Al Jannah
Teman-teman tahu istilah MOS ? Benar, MOS adalah kependekan dari Masa Orientasi Sekolah. Untuk memulai kegiatan belajar mengajar murid-murid baru Sekolah Alam dan Sains Al Jannah, termasuk aku di tingkat play group, sekolahku menyelenggarakan MOS selama tiga minggu. Hmmm … terdengar mengerikan ya ? begitulah tanggapan bunda saat pertama kalinya ustadzah Ine menginformasikan kami akan menjalani masa MOS 3 minggu. Tapi alhamdulillah, ternyata kegiatan MOS di sekolahku tidak menyeramkan seperti yang bunda khawatirkan
Dua dari tiga minggu masa orientasi sekolah yang sudah aku jalani, alhamdulillah berlangsung lancar dan menyenangkan. Namanya juga orientasi, masa masa untukku dan teman-teman mengenal dan beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan sekolah termasuk lingkungan, ustadzah-ustadzah dan juga teman-teman sekelas/sekolah. Minggu pertama sejak bunda tidak lagi mengantarkan dan mendampingi aku di sekolah (hari rabu), sebenarnya aku sudah langsung berani ditinggal pengasuhku. Bibik menungguku di luar kelas. Hanya saja karena teman-temanku yang lain masih banyak yang menangis dan minta ditunggui bunda atau pengasuh mereka, aku kadang suka terbawa ingin ditunggui bibik juga. Tapi karena ustadzah selalu bisa menentramkan hatiku, alhamdulillah aku tidak sampai ditunggui bibik di dalam kelas sampai sekarang.
Minggu kedua ustadzah lebih tegas lagi melarang para bunda dan pengasuh mendampingi kami dalam kelas. Sama sekali kami tidak boleh didampingi siapapun di dalam kelas. Malah menunggu di luar kelas pun, pendamping tidak diperbolehkan. Bibik cerita kepada bunda katanya di hari selasa minggu kedua kemarin ini, bibik dan teman-temannya sesama pendamping “diusir” satpam sekolah karena menunggu di luar kelas. Bibik dan teman-temannya disuruh menunggu di lapangan futsal yang letaknya agak jauh dari kelas kami. Wow heboh sudah pasti. Teman-teman yang masih belum bisa ditinggal bunda atau pengasuhnya pada menangis jejeritan memanggil bunda-bunda dan “mbak-mbak” mereka. Alhamdulillah aku tidak ikut termasuk mereka yang menangis
Kini, dua minggu sudah aku belajar mandiri di sekolah Al Jannah. Beragam aktivitas dan kegiatan “belajar” di sekolah sudah mulai “full” kujalani. Jika minggu pertama kemarin aku belajar cuma sampai jam 10, mulai minggu kedua belajarku full sampai jam 11. Dimulai dengan kegiatan ikrar dan senam jam 7.45, kemudian belajar didalam atau diluar kelas (tergantung materi/tema), snack time, lanjut lagi ke diskusi/pembahasan materi bersama ustadzah dan teman-teman, lalu berakhir jam 11.
Oh ya, ngomong-ngomong tentang materi belajar, yang kudapatkan insya allah semuanya menyenangkan. Karena menerapkan sistem sentra, aku dan teman-teman suka diajak ustadzah berpindah-pindah tempat “belajar”. Kadang di kelas sebelah yang menjadi sentra seni peran, kadang di halaman sekolah, kadang di mini zoo, di gazebo, atau justru di kelas sendiri yang menjadi sentra seni dan kreativitas. Jadi tidak terasa kalau sedang belajar ya, habis kayak lagi main-main sih, he he he. Waktu belajar di sentra peran kemarin, aku dan teman-temanku diajak ustadzah bermain dokter-dokteran. Tahu apa peranku ? hi hi hi, aku berperan sebagai kasir. Tuh kan seru, kami sekelompok berperan masing-masing menjadi dokter, suster, pasien, apoteker, dan kasir. Subhanallah ya
Meski MOS belum berahkir tapi insya Allah aku sudah mulai menikmati kegiatan di sekolahku. Uuups masih satu sih yang belum, ikrar di pagi hari. Aku masih suka mood-mood an mengikutinya. Kalau lagi mau aku semangat kalau lagi ngga … ya minta gendong bibik. Hi hi hi, tapi ini kan kegiatan pembuka yang masih di luar kelas, jadi menurutku ngga papa ngga mengikutinya. Toh kalau sudah mulai pada berbaris tanda masuk kelas, aku selalu bersemangat mengikutinya. Hmmm buatku, kalau di luar kelas pagi hari enaknya bermain-main ayunan, perosotan, jungkat-jungkit daaaaan yang lainnya. Kalau disuruh ikrar, musti berbaris dan berdiri dilapangan ngga enak, ngga nyenengin :p
posted in home schooling | 1 Comment

































