Aliyyah Maryam Andrias

it’s all about aliyyah

25th July 2010

Aku dan MOS Al Jannah

renangTeman-teman tahu istilah MOS ? Benar, MOS adalah kependekan dari Masa Orientasi Sekolah. Untuk memulai kegiatan belajar mengajar murid-murid baru Sekolah Alam dan Sains Al Jannah, termasuk aku di tingkat play group, sekolahku menyelenggarakan MOS selama tiga minggu. Hmmm … terdengar mengerikan ya ? begitulah tanggapan bunda saat pertama kalinya ustadzah Ine menginformasikan kami akan menjalani masa MOS 3 minggu. Tapi alhamdulillah, ternyata kegiatan MOS di sekolahku tidak menyeramkan seperti yang bunda khawatirkan :)

Dua dari tiga minggu masa orientasi sekolah yang sudah aku jalani, alhamdulillah berlangsung lancar dan menyenangkan. Namanya juga orientasi, masa masa untukku dan teman-teman mengenal dan beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan sekolah termasuk lingkungan, ustadzah-ustadzah dan juga teman-teman sekelas/sekolah. Minggu pertama sejak bunda tidak lagi mengantarkan dan mendampingi aku di sekolah (hari rabu), sebenarnya aku sudah langsung berani ditinggal pengasuhku. Bibik menungguku di luar kelas. Hanya saja karena teman-temanku yang lain masih banyak yang menangis dan minta ditunggui bunda atau pengasuh mereka, aku kadang suka terbawa ingin ditunggui bibik juga. Tapi karena ustadzah selalu bisa menentramkan hatiku, alhamdulillah aku tidak sampai ditunggui bibik di dalam kelas sampai sekarang.

Minggu kedua ustadzah lebih tegas lagi melarang para bunda dan pengasuh mendampingi kami dalam kelas. Sama sekali kami tidak boleh didampingi siapapun di dalam kelas. Malah menunggu di luar kelas pun, pendamping tidak diperbolehkan. Bibik cerita kepada bunda katanya di hari selasa minggu kedua kemarin ini, bibik dan teman-temannya sesama pendamping “diusir” satpam sekolah karena menunggu di luar kelas. Bibik dan teman-temannya disuruh menunggu di lapangan futsal yang letaknya agak jauh dari kelas kami. Wow heboh sudah pasti. Teman-teman yang masih belum bisa ditinggal bunda atau pengasuhnya pada menangis jejeritan memanggil bunda-bunda dan “mbak-mbak” mereka. Alhamdulillah aku tidak ikut termasuk mereka yang menangis :D

Kini, dua minggu sudah aku belajar mandiri di sekolah Al Jannah. Beragam aktivitas dan kegiatan “belajar” di sekolah sudah mulai “full” kujalani. Jika minggu pertama kemarin aku belajar cuma sampai jam 10, mulai minggu kedua belajarku full sampai jam 11. Dimulai dengan kegiatan ikrar dan senam jam 7.45, kemudian belajar didalam atau diluar kelas (tergantung materi/tema), snack time, lanjut lagi ke diskusi/pembahasan materi bersama ustadzah dan teman-teman, lalu berakhir jam 11.

Oh ya, ngomong-ngomong tentang materi belajar, yang kudapatkan insya allah semuanya menyenangkan. Karena menerapkan sistem sentra, aku dan teman-teman suka diajak ustadzah berpindah-pindah tempat “belajar”. Kadang di kelas sebelah yang menjadi sentra seni peran, kadang di halaman sekolah, kadang di mini zoo, di gazebo, atau justru di kelas sendiri yang menjadi sentra seni dan kreativitas. Jadi tidak terasa kalau sedang belajar ya, habis kayak lagi main-main sih, he he he. Waktu belajar di sentra peran kemarin, aku dan teman-temanku diajak ustadzah bermain dokter-dokteran. Tahu apa peranku ? hi hi hi, aku berperan sebagai kasir. Tuh kan seru, kami sekelompok berperan masing-masing menjadi dokter, suster, pasien, apoteker, dan kasir. Subhanallah ya :)

Meski MOS belum berahkir tapi insya Allah aku sudah mulai menikmati kegiatan di sekolahku. Uuups masih satu sih yang belum, ikrar di pagi hari. Aku masih suka mood-mood an mengikutinya. Kalau lagi mau aku semangat kalau lagi ngga … ya minta gendong bibik. Hi hi hi, tapi ini kan kegiatan pembuka yang masih di luar kelas, jadi menurutku ngga papa ngga mengikutinya. Toh kalau sudah mulai pada berbaris tanda masuk kelas, aku selalu bersemangat mengikutinya. Hmmm buatku, kalau di luar kelas pagi hari enaknya bermain-main ayunan, perosotan, jungkat-jungkit daaaaan yang lainnya. Kalau disuruh ikrar, musti berbaris dan berdiri dilapangan ngga enak, ngga nyenengin :p

posted in home schooling | 1 Comment

12th July 2010

Hari Pertamaku di Sekolah Al Jannah

Hari ini adalah hari pertamaku sekolah di al Jannah. Aku senaaaaaang sekali, lebih-lebih di hari pertama ini bunda mengantar dan mendampingi aku ke sekolah. Dari semalam bunda sudah menghubungi pak Yanto, driver mobil jemputan sekolahku …. dan kata pak Yanto aku akan dijemput sekitar pukul 1/2 7 pagi. Dan tadi pagi, alhamdulillah seperti biasa aku bangun jam 5. Setelah puas bercengkerama dengan ayah dan bunda, dan bermain-main sejenak dengan Cathy si kucing kesayanganku, aku mandi. Jam enam aku sudah cantik dengan baju seragam baruku dan berkerudung. Sementara sambil menunggu bunda selesai mandi dan dandan, aku sarapan disuapin bibik Sila. Kemudian menunggu mobil jemputan sekolan …. duh kok lama ya jemputannya, sampai ngantuk niy  :(

img00544-20100712-06221

Huuuuaaaah ayah, lama amat sih mobil jemputanya …

Jam 7 kurang 15 menit mobil jemputan datang, setelah salim dan pamit ayah, aku dan bunda bergegas masuk ke dalam mobil. Agak lama sih nyampainya di sekolah, karena kami masih berputar-putar dulu di kompleks menjemput kakak-kakak lain yang juga ikut mobil jemputan sekolah. Hampir jam 1/2 8 akhirnya aku dan bunda sampai sekolah. Waaaah teman sekolahku masih baru satu yang datang ternyata. Setelah mengucap salam pada ustadzah Inne dan Nina (panggilan untuk kedua buguruku), aku minta ditemani bunda bermain-main di halaman sekolah dulu. Wah aku senang sekali, aku bisa puas bermain jungkat-jungkit, perosotan, titian, dan ayunan :D

Setelah satu persatu teman-teman kelasku datang, aku sudahi bermain-mainku. Lalu sama bunda aku diajak ke kelas untuk bergabung dengan teman-teman dan ustadzah. Wow temanku banyak, ada 9. Mereka adalah Ezha,Rasha,Hilmi,Iqbal (teman-teman putra) dan Nindy, Nava, Nazwa,dan Zalikha (teman-teman putri), dan seorang lagi Faiz (putra) adalah temanku yang abk. Subhan allah.

img00555-20100712-08142

bersama teman-teman membuat barisan

img00556-20100712-08183

Hayo aku yang mana ?

img00558-20100712-08474

Menggambar

Di kelas, selain berkenalan, aku juga diminta ustadzah menggambar dan menceritakan hasil gambaranku. Upps bunda lupa memotret rupanya, tapi yang kugambar tadi adalah ular, awan, pohon, dan matahari. Kata ustadzah Ikke … imajinasi atau daya khayalku sudah mulai berkembang,xi xi xi padahal gambaranku masih belepotan lho :D

Secara keseluruhan, kata bunda, di hari pertama sekolah tadi aku pintar. Karena aku tidak menangis atau ngelendot manja ke bunda. Ke ustadzah dan teman-teman juga bersikap manis. Kalau ustadzah mengajarkan sesuatu aku mau memperhatikan. Aku tidak malu lho disuruh ustadzah berbaris, membentuk lingkaran, membaca doa, cuci tangan, dan lain-lainnya. Meski sempat juga aku dinakali teman-teman, aku juga tidak menangis atau membalasnya. Aku ajak mereka bermain bersama dan bergantian meminjamkan mainan yang kupegang. Alhamdulillah hari pertama sekolahku sangat menyenangkan. Doakan mudah-mudahan aku betah di sekolah baruku ini ya, amin.

posted in home schooling | 2 Comments

21st June 2010

Keluarga Baruku

Uuuuggh lama benar bunda tidak mempostingkan cerita-ceritaku ya. He eh nih beberapa bulan terakhir ini bunda memang terlihat sangat sangat sibuk. Hampir setiap hari pulangnya dari kantor selalu malam. Meski juga ngga sampai larut, tetap saja itu membuat bunda capek. Jadi kalau bunda ngelonin aku, setelah aku tidur bundapun akan ikut-ikutan tidur. Saking lelahnya bunda …

Lama tidak cerita-cerita, aku ingin memperkenalkan pada teman-teman dua anggota baru keluargaku yang sangat kusayang dan kucintai :). Pertama aku ingin memperkenalkan Cathy. Cathy adalah anak kucing persia-anggora peliharaan baruku. Hihihi, kalau dulu aku pernah cerita belum diijinin ayah pelihara binatang-binatang berbulu, sekarang ayah sudah mengijinkannya. Ayah pula yang menghadiahkan cathy ini untukku lho …  hampir 2 bulan lalu. Berbulu abu-abu, cathy ini anak kucing yang sangat pintar, ramah dan tidak suka menggigigit. Aku jadi tidak takut bermain-main dan menggendong Cathy. Coba deh teman-teman lihat foto Cathy-ku, cantik ya :D

img00188-20100523-131611img00272-20100530-090021

Selain Cathy, aku juga mau memperkenalkan adik sepupu baruku. Namanya adik Akbar Raja Respati Tsaqif, putra pertama Om Heyi (adik bunda) dan tante Dyah. Dipanggil de Tsaqif, adikku ini lahir tanggal 10 juni kemarin. Karena masih kecil, dedek Tsaqif masih belum bisa kuajak bermain bersama. Pekerjaannya bobok, nenen, nangis … bobok, nenen, nangis … gimana aku bisa ajak main bersama dedek Tsaqif ya. Eh tapi kata bunda aku juga dulu seperti itu dhing, jadi aku harus memaklumi dan bersabar menunggu dedek Tsaqif besar sedikit untuk kuajak bermain bersama :D.

img00346-20100612-115631

Tapi meski belum bisa kuajak bermain bersama, aku sayaaaaaang sekali sama adikku ini. Aku suka membelai-belai dan menciumi pipi dedek Tsaqif. Oh ya dedek Tsaqif ini tinggal di rumah eyang, jadi karena rumah eyang dengan rumah aku dekat, setiap hari aku pasti mengunjungi dedek Tsaqif. Kalau pagi aku juga selalu menemani dedek Tsakqf dijemur, terus kalau dedek Tsaqif mengompol aku juga sudah bisa membantu tanteku mengambilkan popok untuk ganti. Aku sudah besar ya ternyata, he he he. Selamat datang dedek Tsaqif, kakak Aya menyayangimu     :-)

posted in keluarga | 3 Comments

21st April 2010

Liburanku di Rumah Eyang

Selama satu minggu, 9-16 april kemarin aku berlibur di rumah eyangku di Karanganyar-Kebumen*). Tahu tidak aku liburannya cuma sama eyang (putri) dan bibiku saja lho. Bunda dan ayah tidak ikut. Awalnya sih  … aku diajak eyang untuk menemaninya pulang kampung. Hihi, selepas ditinggal berangkat tante Lastny PTT (Praktek Tidak Tetap, dokter) di Kota Baru - Kalimantan Selatan, katanya eyang kesepian. Jadi biar ngga teringat-ingat terus tante Lastny, eyang pengen liburan dulu di kampung halaman.

Aku sih mau-mau saja diajak eyang pulang kampung. Kan di kampung eyang ada juga tante Saras, Tante Lidya, dan om Alif. Mereka semua adalah saudaraku yang kalau libur sekolah selalu datang berlibur ke rumahku. Karena aku kangen, pengen ketemu, dan bermain-main bersama mereka, aku langsung semangat begitu eyang maksa ajak aku “Aliyyah ikut eyang pulang kampung ya … !”. Sssst, tapi aku kan mesti mendapat ijin dari ayah dan bunda dulu ya. Alhamdulillah, akhirnya ayah dan bunda mengijinkan aku ikut pulang kampung bersama eyang. Sekalian buat aku liburan demikian kata bunda, karena semenjak sekolah aku belum pernah dapat liburan (masa sekolahku ngga ada liburan cawu atau semesteran :(  ). Hanya saja, karena ayah dan bunda tidak bisa mengambil cuti, itu berarti ayah dan bunda tidak akan ikut berlibur menemani aku. Hohoho, tidak masalah … aku kan sudah besar, sudah hampir 2.5 tahun. Aku berani kok pergi ke rumah eyang tanpa ditemani ayah bunda. Bibik Sila aja yang ikut sudah cukup, biar eyang tidak terlalu repot harus menjaga aku seorang diri selama berada di kampung :).

Hari jum’at pagi, tgl 9, aku diantar ayah dan bunda ke stasiun Jatinegara. Yup, perjalanan aku ke rumah eyangku yang di kampung memang mau naik kereta api. Dan ini adalah kali keduaku naik kereta ke rumah eyang setelah yang pertama dulu berumur 4 bulan. Amboi senang sekali aku naik kereta. Hehehe, padahal kereta apinya bukan yang ada AC-nya lho (baca eksekutif), tapi karena aku bersemangat … aku bisa merasa nyaman sepanjang perjalanan. Wah naik kereta api memang sangat mengasyikkan ya … lebih-lebih kalau pas berhenti di stasiun-stasiun besar. Wooow …. banyak sekali kereta apinya yang lagi pada berhenti dan antri jalan. Berangkat jam 1/2 9 pagi dari Jati negara, jam 4 sore aku, eyang, dan bibik sudah sampai di stasiun Karanganyar. Hmmm tidak terasa ya. Dan suprised, aku dijemput tante Saras dan tante Lidya. Horay !

Di kampung aku senang sekali. Temanku jadi tambah banyak. Selain tante-tante dan omku, aku juga dapat kenalan-kenalan baru. Ada kakak Zahra dan adiknya - dedek Fahri, dan teman-teman yang lain yang aku tidak hafal namanya. Mau tahu kegiatanku selama di kampung ? bermain … bermain … dan bermain. Bermain kejar-kejaran, mobil-mobilan, boneka … dan sebagainya. Puas sekali bermainku, karena di kampung aku tidak bermain sendiri seperti yang biasa kulakukan di Jakarta. Lebih asyik dan seru bermain bersama teman dari pada sendirian bukan ? Lalu sorenya aku ikutan teman-teman baruku mengaji di mushola dan sholat maghrib berjamaah.

foto0071

Aku, tante Saras, dan om Alif

foto0181

Bermain ombak bersama Tante dan Eyang

foto0291

Bermain pasir

Selain bermain, aku juga habiskan liburanku dengan piknik ke pantai dan silaturahmi ke rumah saudara di Wonosobo. Hihihi, eyang tahu aja ya kalau aku suka bermain ombak dan pasir di pantai, jadi aku diajak piknik kesana. Apalagi pantai di kampung eyang … wah mbetahin banget. Ngga seperti pantai-pantai di Jakarta (yang di Ancol itu lho), pantai di kampung eyang masih bersih dan sepi pengunjung. Mau bermain pasir dan ombak jadi ngga rebutan tempat :). Terus aku juga diajak eyang dan uyutku bermain ke rumah eyang tante Wiwik … adiknya eyang yang tinggal di Wonosobo. Baru satu kali kemarin aku ke Wonosobo. Katanya ada tempat wisata yang terkenal, Dieng. Tapi aku tidak kesana … habis jauh sih, lagian karena perginya sama “para” eyang kan jadi ngga seru. Kalau aku capek, siapa coba yang mau gantiin bik Sila-ku gendong aku, hehehe. Syukurlah di rumah eyang Wiwik ada banyak sekali kelinci, jadi aku betah-betah saja bermain di sekitar rumah. Wooow, ternyata eyang tanteku peternak kelinci to … pantesan banyak sekali kelincinya. Pengen sih aku minta buat kupelihara, tapi …. ayah pasti tidak mengijinkan. Karena saat ini aku memang masih belum diperbolehkan ayah memelihara binatang apapun yang berbulu. Hiks padahal kelincinya cantik-cantik sekali :(

Satu minggu di rumah eyang kayaknya masih baru sebentar. Harus cepat-cepat balik Jakarta. Huuuuh, bunda telpon-telpon melulu. Hampir setiap jam bunda menelponku dan selalu saja nanyain kapan aku pulang. Katanya kangen berat. Gitu ya ? Duh kasihan sekali bundaku … pasti sedih dan kesepian ya ditinggal aku. Yipie bunda, aku tidak akan memperlama liburanku di kampung. Alhamdulillah eyang memahami, meski katanya belum begitu puas, tapi eyang mau “mengembalikan” aku ke Bunda sesegera mungkin. Pas satu minggu di kampung, hari Jum’atnya, tanggal 16, aku, eyang dan bibik Silaku kembali pulang ke Jakarta. Alhamdulillah pulangnya ke Jakarta, kami dapat kereta yang ber-AC, perjalanan jadi lebih nyaman dan tidak melelahkan. Terima kasih ayah, bunda atas ijin yang diberikan. Dan terima kasih juga eyang … untuk liburan yang begitu mengesankan. I Love U all, mmmuah.

note *) Eyang Aliyyah sebenarnya saat ini tinggal di Cibubur, berdekatan dengan rumah bunda Aliyyah. Hanya saja kalau pas pengen liburan atau kangen suasana kampung, biasana secara berkala, eyang akan pulang ke rumahnya yang di kampung .

posted in keluarga | 2 Comments

28th March 2010

Melihat Lebih Dekat Balon Udara

Hari Sabtu, masih pagi sekali, sebelum subuh kemarin, bunda heboh banget cium-cium pipiku. Hmmm, bunda pasti lagi mau membangunkan aku. Hehehe, begitulah gaya bundaku kalau mau membangunkan tidurku sebelum waktunya bangun, cium-cium pipi, perut, rambut … semuanya bergantian sampe aku benar-benar terbangun. Awalnya sih aku diam saja waktu dicium-cium bunda, tetep merem … lha wong masih ngantuk kok, hehehe. Tapi … terus bangun waktu bunda “Oh jadi aya benar nih ngga mau ikut ayah dan bunda nonton balon udara di Sentul ?”. Hah … nonton balon udara ? ngga mau ikut ? No … no … no bunda, tentu saja aku mau ikut :D

23798_383115018483_706233483_3613608_2680296_n1

23798_383114988483_706233483_3613603_5052960_n1

23798_383115033483_706233483_3613611_7026074_n1

Aneka Bentuk Balon Udara

Tepat jam 6 aku, ayah dan bunda meluncur ke Sentul. Masih pagi ya, bibik aja masih belum selesai memasaknya tuh, xixixi. Dan karena ngga begitu jauh dari rumah, belum sampai jam 7 aku sudah sampai sana. Ya ampuuuuun, meski kayaknya dah berangkat pagi-pagi banget ternyata pengunjung lain sudah banyak yang duluan datang. Ayah saja sampai agak susah tuh ngedapetin tempat parkir yang “paling” dekat dengan lokasi :(

23798_383115023483_706233483_3613609_7943134_n1

23798_383115028483_706233483_3613610_7949732_n1

23798_383115043483_706233483_3613613_115928_n1

Balon Udara Statis

Balon udara satu persatu sudah mulai terbang ketika aku tiba. Subhanallah …. indah-indah sekali balon udaranya. Warna-warni dan bentuknya juga lucu-lucu. Ada yang berbentuk gajah pink, celana jeans biru, … sampai balon udara yang berkacamata. Aih … aih ngga sabar deh pengen coba ikutan naik dan berpetualang (seperti judul acaranya 1st Indonesian Hot Air Baloons Adventure) dengan balon udara yang indah-indah itu. Sayang, untuk bisa naik harus ngantri beli tiketnya. Padahal antreannya sudah panjang sekali. Bundapun yang sudah ikutan ngantri akhirnya menyerah, ngga tahan katanya (kepanjangan ya bunda antriannya :) ). Ya sudah lagian juga ternyata untuk hari sabtu kemarin, pendaftaran “calon penumpang” balon udara sudah ditutup, jadi daripada maksain ngantri … kata ayah mending putar-putar dan foto-foto.  Baru kali ini aku menyaksikan balon udara langsung, biasanya aku hanya bisa melihatnya di TV. Menakjubkan !

posted in home schooling | 10 Comments

14th March 2010

Sepeda Baru

Satu minggu ini aku lagi sukaaaa banget naik sepeda, mencoba sepeda roda empat baru hadiah dari eyang kakung tersayangku, tepat di 28 bulan usiaku :). Ngga cuma dirumah, ke rumah eyang, bahkan pergi sekolahpun aku naik sepeda. Sendiri kukayuh, tidak ada yang boleh memegangiku, kecuali terpaksa, hehehe.

dsc034631dsc034691

Kring … kring … goes … goes !

Diatas foto aku dan sepeda baruku, waktu kupakai jalan-jalan pagi sama ayah dan bunda di kompleks perumahan kami. Terima kasih ya eyang hadiah sepedanya. Aya sayaaaang deh sama eyang, mmmuah.

posted in hobi | 0 Comments

28th February 2010

Diterima di Sekolah Al Jannah & Pertama kalinya Aku Sekolah diantar Bunda

Alhamdulillah diterima di Sekolah Al Jannah :)

dscn15201

Terima kasih ayah, bunda … hadiahnya. ILU

“Terima kasih bunda, ini hadiah apa?”, tanyaku pada bunda saat membangunkan tidurku suatu pagi. Iya sayang, itu hadiah dari ayah dan bunda karena Aliyyah lulus observasi dan diterima si sekolah Al Jannah. Ayah dan bunda bahagia karena Aliyyah pintar, waktu ditanya miss Emi mau jawab, ngga malu lagi, dan ngga nangis. Oooo, jadi dua bungkus kado yang setelah kubuka ternyata isinya play dough dan balon anak lumba-lumba ini adalah hadiah dari ayah dan bunda karena aku diterima di Sekolah Al Jannah. Duuuh senangnya hatiku :D

Hari sabtu minggu lalu, tanggal 20 februari, aku memang habis menjalani observasi kesiapan masuk sekolah di Sekolah Alam dan Sains: Islamic Full Day School Al Jannah. Setipe dengan observasi yang bulan lalu kujalani di Sekolah Al Azhar Syifa Budi, di Al Jannah kemaren aku juga diobservasi banyak hal sama miss Emi (wakil sekolah Al Jannah yang ditunjuk untuk mengobservasi aku), seperti menyebutkan warna dan mewarnai bidang gambar, menyusun balok, meronce, naik dan lompat dari kursi, meniti garis lurus, bermain tangkap dan lempar bola, menghitung benda, membedakan ukuran, menggambar bentuk, menyebutkan bagian-bagian tubuh, dan apa lagi yang lainnya aku lupa :)

Sepanjang observasi kemaren aku memang bisa lebih menikamati dibandingkan waktu observasi bulan sebelumnya. Mungkin karena bundaku diperbolehkan miss Emi mendampingi. Meski bunda juga mendampinginya dari jauh, tidak selalu berada disisiku, tapi aku merasa lebih nyaman karena ada bunda di dekat aku. Waktu di Al Azhar kan tidak, bunda menemani aku pas masuknya saja. Eh begitu ditinggal bunda keluar, aku nangis deh. Ya gimana ngga nangis ya … didalam banyak sekali orang-orang dewasa yang tak kukenal. Lalu kalau aku dipaksa untuk jawab ini itu kan takut :(

Udah gitu miss Eminya juga baik lagi. Selalu memuji dan mengajakku tos setiap kali aku menjawab dengan benar. Aku kan jadi tambah semangat bereksplorasi. Makanya ngga kerasa kalo observasinya ternyata lama banget, hampir 2 jam. Dan syukurlah, Alhamdulillah, hasilnya aku diterima di sekolah Al Jannah ini. Doain semoga di sekolah baruku ini nanti aku betah ya, amin.

Horeeee …. Bunda Antar Aku ke Sekolah

Hari Sabtu kemaren tanggal 27 Februari adalah hari ter-luarbiasa untukku. Untuk pertama kalinya aku diantar bunda sekolah. Coba, sudah 5 bulan sekolah, baru satu kali kemaren bunda mengantar aku. Hahai, soalnya aslinya aku sekolah setiap hari Selasa dan Kamis. Jadi karena kalau hari Selasa dan Kamis bunda bekerja, otomatis bunda tidak pernah bisa mengantar aku. Sedih sih, ngga kayak beberapa teman aku yang suka diantar mama atau bundanya … tapi ya mau gimana lagi, aku kan harus tetap sekolah meski tidak diantar bunda. Aku yakin kok kalau bunda juga ngga bekerja, pasti setiap hari sekolah bunda akan mengantar aku. Aku cintaaa deh sama bundaku :)

dscn15451dscn15521dscn15541

Nah, karena hari Selasa tanggal 23 februari kemaren, guru utama kelas aku bu Ima tidak bisa mengajar karena putrinya dirawat di rumah sakit (maaf ya bu Ima, aliyyah dan bunda tidak sempat menjenguk), sekolah mengganti kegiatan belajar hari Selasa ke hari Sabtu. Aku jelas senang karena ini berarti pasti bunda yang akan mengantar aku sekolah. Cihuy, benar, bunda yang mengantar aku ke sekolah. Doooo senangnya hatiku. Bunda juga sama saja senangnya, happy banget bunda bisa mengantar aku sekolah. Di sekolah bunda ngga bosan-bosannya foto-foto aku. Kesempatan langka begitu kata bunda, hehehe. Terima kasih bunda …. sudah mengantar Aya, mmmuah.

posted in home schooling | 1 Comment

18th February 2010

Visit Day : Paparons

Mulai hari rabu kemarin sekolahku mengadakan kunjungan ke paparons, hmm sudah bisa ditebak kan mau ngapain kesana. Ya, belajar membuat pizza. Jadi aku dan teman-teman sekolahku (play group kecil dan besar) secara berkelompok belajar membuat pizza di paparons. Dan karena aku masuk di kelompok I, maka jadwalku ke paparons ya yang di hari pertama itu, rabu. Sedikit ada insiden kecil, karena bibi Silaku terlalu bersemangat mengantar dan menemani aku, aku sudah tiba di sekolah sejak jam 9 pagi. Padahal di surat pemberitahuan ke orang tua, dijadwalkan jam 10 baru kumpul di sekolah. Ya sudah karena sudah terlanjur berangkat, akhirnya aku nunggu lumayan lama di sekolah. Untung di sekolah banyak mainan, jadi sambil menunggu teman-teman yang lain datang dan berangkat bersama, aku bermain-main dulu.

dscn14711

Lihat gaya bu guru (bu Ima) favoritku yang sedang menjelaskan PR mewarnai

Berangkat dari sekolah sekitar jam 10.30, ngga lama juga sih sampainya karena paparonsnya juga ngga jauh-jauh amat, masih di cibubur juga … dekat sekolahan dan rumah. Sesampainya di sana aku dan teman-teman langsung diajak duduk bersama mengelilingi  meja yang besaaaar sekali. Lalu kami dibagikan kertas bergambar pizza. Kata bu guru Ima, gambar ini untuk PR aku dan teman-teman setelah berhasil membuat pizza, mewarnainya, terus dibawa lagi ke sekolah minggu depan.

dscn147311

Deuw Ooom, lama banget sih ngejelasinnya ?

Setelah dibagikan gambar, aku dan teman-teman lalu diajak cuci tangan. Iya, karena sebentar lagi acara membuat pizzanya dimulai, jadi tangan harus dipastikan benar-benar bersih dan steril. Hmmm … ngga boleh langsung bikin pizza juga sih sebenarnya, karena mesti mendengarkan penjelasan dulu dari om pemandu. Huuuuuuh aku kan dah pengen banget segera bikin, ngga sabar deh mendengar penjelasan si om yang lamaaaa banget dan berdiri di samping aku. Lagian masak aku disuruh mendongak terus untuk menyimak penjelasan … kenapa omnya ngga duduk aja ya ngejelasinnya?

dscn14791

Huugh aku pakai cara sendiri aja bikinnya, abis si om ngasih contohnya diujung sana sih :(

Horay, si om dah selesi kasih penjelasan. Selanjutnya aku dan teman-teman di bagikan adonan pizza yang sudah siap untuk dibikin. Ada roti, daging, bawang bombay, keju, dan tidak ketinggalan bumbu saosnya. Sssst, jangan lupa sarung tangannya ya … begitu kata om pemandu mengingatkan saat mulai memberi contoh membuat pizza.

dscn148711dscn148911dscn14931dscn149612

Ooooo …. begini to bikin pizza

Jadi, untuk membuat pizza … pertama oleskan saos ke atas roti pizza. Ratakan di seluruh permukaannya, terus taburkan daging, bawang bombay dan keju. Juga merata ke seluruh permukaan roti. Setelah semua rata, adonan yang sudah dibikin di loyang itu di masukkan ke dalam oven. Ditunggu sampai 5 menit, jadi deh akhirnya itu pizza.

dscn14971

Berpose memarkan hasil karya

dscn15061

Pizza karyaku buat ayah dan bunda

Waaaaah ternyata bikin pizza itu mudah ya. Sebagai oleh-oleh om pemandu membolehkan aku dan teman-teman membawa pulang pizza karya kami masing-masing. Mmmmm, katanya sih juga biar bisa ditunjukkan ke ayah dan bunda sebagai hasil karyaku. Dan, ternyata pizza bikinanku benar-benar enak lho … buktinya om Hendra, bunda, dan ayah yang mencicipi pizza buatanku memujiku, katanya pizza bikinanku yummie. Alhamdulillah, senangnya aku :)

posted in home schooling | 1 Comment

7th February 2010

Mendaftar Sekolah Al Jannah dan Bermain di Kidzania

Mendaftar Sekolah Al Jannah

Kemaren aku diajak ayah dan bundaku mendaftar play roup di Sekolah Alam dan Sains Al Jannah. Yo i aku memang mau pindah sekolah, karena aku pengen belajar dan memiliki teman lebih banyak lagi. Minggu lalu sebenarnya aku juga sudah mendaftar di PG Al Azhar sih, malah sudah ikut test masuk. Tapi kayaknya ngga jadi deh, ngga tahu kenapa, ayah dan bunda jadi ngga setuju aku masuk dan bersekolah disana. Padahal sebenarnya aku lebih suka pindah sekolah al Azhar, tempatnya luas, temannya banyak, maianannya juga banyak. Udah gitu letaknya juga dekat dengan rumah. Ngga kayak Al Jannah, letaknya agak jauh, bikin capek :(

Di Al Jannah, aku belum tahu seberapa banyak calon teman-temanku, mainannya juga. Karena tidak ada kelas trialnya, aku jadi tidak bisa melihat langsung suasana kelasnya. Ya sudah, aku hanya tahu gambaran calon sekolah dan kelasku lewat cerita bunda. Kata bunda Al Jannah ini juga bagus. Dilihat dari namanya saja katanya sudah bagus, Al Jannah dalam bahasa Indonesia berarti surga. Kata bunda kalau aku bersekolah disini insya Allah berkah, karena tempat belajarnya seperti surga yang isinya penuh dengan kebaikan dan keindahan. Hmmm … bisa saja ya bunda mengambil hatiku.

Tapi kayaknya benar juga, saat ayah dan bunda masih berada di ruang pendaftaran, aku ditemani bibik Silaku bermain-main di halaman sekolah Al Jannah. Waaaaah, sama ternyata kayak di Al Azhar, di Al Jannah, ternyata mainannya juga banyak. Ada ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, juga jembatan gantung dan dinding temali. Hmmmm … kayaknya aku mulai suka nih sekolah disini :)

Setelah selesai mendaftar ayah lalu mengajak aku berkeliling-keliling sekolah, waaaah ada kebun jagungnya segala dan kolam ikan.  Terus ada saung-saung seperti di tengah sawah, lalu pohon-pohon besarnya juga banyak. Serasa alam bebas, mulai tertarik neh sekolah disini :). Tapi masih harus ikut tahap observasi dulu, tanggal 20 Feb nanti dan wawancara orang tua. Kata bunda sih observasinya tidak seseram yang di Al Azhar kemaren, hasilnya tidak menjadi penentu diterima tidaknya aku sekolah disana. Doain ya semoga observasi besok lancar, dan ayah bundaku juga lancar diwawancara. Amiin.

Bermain di Kidzania

Habis mendaftar di sekolah Al Jannah, ayah dan bunda terus mengajak aku bermain di Kidzania. Sama seperti Lolypop, Kidzania juga adanya di mall. Bedanya kalo lolypop di mall senayan city, kidzania ini di mall pacific place. Berbeda dengan lolypop yang lumayan sering kukunjungi, sore kemaren adalah pengalaman pertamaku bermain di kidzania. Soalnya untuk boleh bermain di Kidzania usia minimalnya dibatasi 2 tahun. Nah karena sekarang aku sudah 2 tahun, aku sudah boleh masuk dan bermain atau bergabung menjadi warga Kidzania! :D

Seru banget bermain disini. Walau belum semua arena bermain boleh kumasuki karena usiaku yang masih belum memenuhi, aku puas berperan sebagai koki, pemain piano, dan penari. Tahu tidak, rupanya waktu aku bermain piano dan menari aku diberi upah sejumlah uang oleh kakak penjaga stan itu. Katanya itu sebagai upah aku bekerja memainkan piano dan menari. Lumayan buat naik taksi atau belanja di indomaret yang juga hanya ada di negeri Kidzania itu :)

19964_293846653483_706233483_3300382_5442303_n19964_293873823483_706233483_3300485_6833730_n

Sayang aku tidak bisa lama-lama bermain di Kidzania. Selain sudah sangat capek, ayah juga musti harus jemput Om Hendra di stasiun Gambir. Kapan-kapan inysa Allah aku main lagi kesini. Tapi kali tunggu besaran dikit lagi ya … biar semua arena mainan boleh kumasuki. Tapi masak nunggu usiaku 4 atau 5 tahun, waaaah kelamaan dong :p

posted in home schooling | 1 Comment

31st January 2010

Kutu Rambut

dsc023401

Tertular tante Saras … masa baru tertular setelah ketemu dari 2 bulan yang lalu  ????

Ehmmm … sebenarnya aku malu untuk bercerita, tapi kata tante Lastnyku aku bagus juga kalau membagikannya untuk teman-teman agar kalian lebih hati-hati saat bermain dan berkumpul di keramaian. Begini, kemaren bunda menemukan telor dan anak kutu di rambutku. Iiiih, kata bunda kaget, masa ada kutu di rambutku. Dapat “tularan” darimana demikian hebohnya bunda pasca ditemukannya anak kutu di rambutku. Perasaan selama ini, menurut bunda, rambut aku bersih karena setiap pagi dan sore selalu dikeramas bibik Silaku. Jadi tidak mungkin ada kutu terbang, hinggap, bertelur dan berkembang biak di rambutku. Bunda langsung pasang muka tanduk (tapi pasti sambil tertawa, karena bundaku tidak bisa galak orangnya), mengancam, hayo siapa diantara Bik Sila, Bik Siti, dan mbak  Wari yang nantinya ketahuan punya kutu … mau bunda bawa salon untuk digunduli, kata bunda. Hmmmm, kasihan juga ya bibik-bibik dan mbakku, padahal kan belum tentu mereka yang menularkan kutu ke rambutku. Tapi siapa juga yang sebenarnya sudah menulari aku ya, bibik bukan, mba bukan, bunda bukan, tante bukan, ayah bukan, om bukan, eyang bukan …. lalu siapa ya ???

Kuingat-ingat, aku baru merasakan gatal yang teramat sangat di kepalaku dari beberapa hari lalu, saat aku mulai demam. Karena demam, eyag melarang bibik dan bundaku mengeramasi rambutku. Sebelum aku sakit, aku tidak pernah gatal dan menggaruk hebat kepalaku. Tapi kemaren beda. Kepalaku rasanya panas saking gatalnya. Kugaruk-garuk bahkan ngga terasa sampai kulit kepalaku terluka. Kupikir kepalaku gatal karena rambutku yang dalam beberapa hari itu tidak dikeramas, tapi masa setelah aku sembuh dari demam, dan bibik juga sudah mulai mengeramasi rambutku, kepalaku tetap gatal juga. Lalu waktu aku main di rumah eyangku (hari Jum’at), mbak Wari yang melihat aku terus-terusan garuk kepala, penasaran membuka-buka rambutku. Kata mbak Wari, dirambutku ada telor kutu yang sudah mati. Langsung deh mbak Wari melapor ke Bik Sila, dan bik Sila kemudian melapor ke bunda.

Sabtunya, setelah mendapat laporan bik Sila, bunda langsung menginspeksi rambutku. Langsung, diobrak-abriklah rambutku yang barusan keramas dan disisir rapi. Dan benar, bunda menemukan beberapa anak kutu yang baru lahir dan telor kutu yang sudah pada mati. Sambil mengomel panjang pendek dan terus menginvestigasi bik Sila yang kata bunda musti bertanggung jawab mencari tahu kira-kira siapa atau dimana aku bisa sampai ketularan kutu. Ayah lebih heboh lagi, langsung melesat ke apotek membelikan aku obat pembunuh kutu. Hehehe, jadi heboh akhirnya kami sekeluarga gara-gara ada tamu tak undang di rambut dan kepalaku. Aku sih senang-senang saja, bunda tumben-tumben lama banget membelai-belai rambutku :D

Akhirnya bik Sila menemukan kemungkinan dimana aku mulai tertular kutu. Hmmm, katanya mungkin aku tertular salah seorang teman sekelasku. Menurut bik Sila, waktu aku sekolah hari kamis kemaren ada teman aku yang garuk-garuk kepalanya seperti kalau aku garuk-garuk rambut. Nah teman ini nih yang katanya nularin aku. Soalnya gatal-gatal hebat dikepalaku memang baru muncul hari kamis kemarin, malam, setelah aku diijinkan bunda masuk sekolah lagi. Tapi sudahlah aku ngga mau menyalahkan taman. Bisa jadi aku ketularan orang lain yang ngga sengaja aku temui, misalnya tempat mangkal tukang sayur saat aku diajak bibikku berbelanja disitu. Lalu saat aku demam dan tidak diperbolehkan eyang keramas, kutu-kutu itu pada terbang di rambutku yang sedang kotor. Hmmm jangan salah ya, meski sebenarnya bunda sudah melarang keras aku diajak keluar rumah saat sakit … kadang bibik-bibikku suka melanggar larangan bunda. Aku kan belum bisa mengingatkan … ya tentu saja aku mau diajak keluar  meski sebenarnya sedang sakit. Ngga enak kan selalu berada di dalam rumah ?

Oh ya, hari minggu ini anak-anak kutu dirambutku sudah jauh berkurang. Aku sudah tidak sesering kemaren menggaruk-garukkan kepalaku. Bunda yang beberapa kali menyusuri rambutku juga sudah tidak menemukan anak-anak kutu itu lagi. Dilihat sampai hari selasa, kalau aku masih suka garuk-garuk kepala dan rambutku, berarti kutu-kutu itu masih ada. Bunda akan melarang bik Sila mengantar aku ke sekolah. Kata bunda aku harus sayang sama teman-temanku, jadi agar teman-teman sekolah tidak ada yang tertular, aku tidak boleh sekolah sampai kutu-kutu di kepalaku benar-benar hilang. Waduuuh, selasa lalu aja aku sudah bolos … masa besok diminta bolos lagi. Ayo dong anak-anak kutu … pergilah semua dari rambut dan kepalaku agar aku besok selasa tidak jadi bolos :(

Apa teman-teman ada yang pernah tertular seperti aku ? Gimana caranya biar bisa benar-benar hilang dari rambut ya. Bunda tidak mau memberi aku obat kutu,  katanya takut berbahaya untuk kulit kepala aku yang masih kecil. Ada tips aman mengobati kutu yang bisa dibagikan untuk bundaku ? terima kasih ya :D

posted in Tak Berkategori | 2 Comments

  • Slideshow

  • Get the Flash Player to see the slideshow.